Jumat, 23 Desember 2016

PERKEMBANGAN TELEPON GENGGAM SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA (1973-2010)



A.    Latar Belakang Adanya Penemuan Telepon Hingga Menjadi Telepon Genggam Pada Tahun 1973
Penemuan alat komunikasi dimulai tahun 1871 oleh Natonio Meucci, hasil penemuannya yaitu adanya komunikasi suara antara dua orang dengan menggunakan kabel atau yang disebut Sound Telegraph. Tahun 1875 perusahaan telekomunikasi The Bell memperoleh secara hukum memperoleh hak paten atas penemuan Meucci yaitu Transmitters and Receivers for Electric Telegraphs. Perangkat ini menggunakan getaran multiple baja untuk memberikan jeda pada sirkuit. Tahun 1876, perusahaan Bell membuat hak paten Improvement in Telegraphy.
 
Gambar 1.1 Telegraph

 Kedudukan dari sistem ini memberikan metode untuk menyalurkan suara secara telegraf.  Tokoh selanjutnya yaitu Marconi, penemu antena tahun 1896, dan pendiri perusahaan telegraf tanpa kawat (1897). Marconi menciptakan pengaturan kawat panjang dan menerima bunyi. Marconi menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan berita tanpa kawat. Pesan pertamanya disampaikan menyeberangi Atlantik dari Inggris ke Amerika (1901) yang berupa kode morse untuk abjad “S”.

 Selain itu penemuan telepon seluler tidak terlepas dari perkembangan  radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai tahun 1921. Pada saat itu Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba  menggunakan telepon mobil satu arah. Tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi  satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz. Fase selanjutnya, radio komunikasi berkembang  menjadi dua arah dengan frequency modulated (FM). Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola) mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi yang digunakan ketika perang dunia II.
 Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan. Setelah mengeluarkan SCR536, kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara US. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil. Tokoh lain yang berjasa dalam dunia komunikasi selular yaitu Amos Joel, lahir di Philadelphia 12 Maret 1918 sebagai pakar dalam bidang switching. Joel mendapat ijazah bachelor  tahun 1940 dan master  (1942) dalam teknik elektronik dari MIT (Zainuddin, 2006: 375)..
 Karir yang memulai karirnya selama 43 tahun di Bell Telephone Laboratories, Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah lainnya. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain, sehingga komunikasi suara tidak akan terputus.  penemuan Amos Joel inilah penggunaan telepon menjadi nyaman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi  revolusi bidang telekomunikasi dimulai tahun 1941. Para peneliti mulai merancang sebuah alat telekomunikasi yang bisa digunakan tanpa kabel.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dan mendirikan divisi elektronik. 2 tahun kemudian Bjorn Westerlund, yang merupakan presiden perusahaan itu mengembangkan bisnis transmisi radio. Namun baru setahun kemudian, bidang telekomunikasi disabet untuk memperkuat perusahaan elektronik. Sedangkan  tahun 1967, Westerlund giat mendirikan perusahaan yang dikenal kenal dengan nama Nokia. Telepon mobile atau telepon bergerak kemudian berubah menjadi peralatan bagi orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi.
Sekitar tahun 1970-an di Eropa, Nokia dan Ericsson berubah menjadi perusahaan telekomunikasi yang besar. Di Amerika, Motorola mulai melakukan eksistensi. Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin diminati berbagai para pembisnis. Sedangkan tanggal 03 April 1973 ditemukan perangkat telepon genggam yang pertama kali oleh Martin Cooper, seorang buruh pabrik Motorola. Gagasan yang dicetuskan oleh Cooper merupakan sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.
Cooper bersama dengan anggota tim menghadapi tantangan untuk mengoperasikan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia. Sistem telepon genggam pertama diberikan lisensi di Amerika Serikat tahun 1983, meskipun penerimaannya masih buruk. Tahun 1989 terdapat sejumlah pengguna telepon seluler di Amerika (Zainuddin, 2006: 373).

              
        Gambar 1.2 Telepon Genggam                    Gambar 1.3 Telepon

Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa telepon genggam atau handphone (HP) atau telepon seluler (ponsel) merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang memiliki kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun lebih efisien  (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon yang menggunakan kabel (nirkabel, wireless).

B.     Perkembangan Telepon Genggam sebagai Alat Komunikasi Pada Tahun 1973-2010
            Perkembangan dari alat komunikasi berupa telepon genggam atau yang biasa disebut handphone memiliki runtutan pembaharuan yang panjang. Setelah ditemukan alat komunikasi untuk menyambungkan antar individu pada jarak jauh dengan menggunakan gelombang suara dalam bentuk telepon pada tahun 1921 (Tanpa Nama, 2012). Di tahun tersebut, adanya sebuah telepon sebagai sarana yang membantu manusia dalam hal komunikasi masih dapat dikatakan sangat sederhana karena kapabilitas dari sebuah alat komunikasi masih terbatas dan sederhana.
Adanya telepon seluler yang muncul di masa tersebut biasa disebut dengan Generasi 0. Dari tahun 1921 hingga beranjak pada tahun 1943, telepon seluler Generasi 0 masih belum menciptakan terobosan terbaru dunia perkomunikasian. Adanya telepon yang memiliki ukuran yang terlalu besar dan susah untuk dibawa kemana-mana karena beratnya yang tidak memungkinkan menyebabkan seorang tokoh bernama Martin Cooper. Tepatnya pada 3 April 1973 Cooper pertama mencetuskan diciptakannya sebuah telepon genggam untuk mengatasi kedua masalah tersebut.


https://ardiansya.files.wordpress.com/2014/03/16257-pembuathp.jpg?w=320&h=160
 






Gambar 2.1 Martin Cooper
            Martin Cooper awalnya adalah seorang yang bekerja sebagai karyawan di Motorola. Setelah dicetuskan ide tersebut, segeralah Cooper dengan timnya memulai eksperimen tersebut dan menghadapi tantangan untuk memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil untuk pertama kalinya. Namun, akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
            Tantangan tidak berhenti pada itu saja karena Cooper dan timnya menemui tantangan mengenai cara mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.
Selain Martin Cooper sebagai salah seorang tokoh yang berjasa dalam perkembangan komunikasi terutama pada telepon genggam, ada pula tokoh bernama Amos Joel Jr. Ia diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
Perkembangan dari telepon dari tahun ke tahun terus berkembang pesat. Penemuan akan inovasi baru dalam penciptaan alat komunikasi yang lebih efektif dan efisien terus ramai dikembangkan. Secara singkatnya perkembangan dari telepon genggam dapat dibedakan berdasarkan generasi-generasi tertentu. Setiap generasi memiliki karakteristik dan kemampuan masing-masing sesuai dengan tahun saat dibuatnya. Adapun perkembangan telepon seluler berdasarkan pada generasi adalah sebagai berikut (Tanpa Nama, 2014):
1.      Generasi 1 (1G)
Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.


Berkas:Ponsel1973.jpg
 






               Gambar 2.2 Telepon genggam Generasi 1 (1G)
2.      Generasi 2 (2G)
Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.
Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.
Berkas:Ponsel1996.jpg





Gambar 2.3 Telepon genggam Generasi 2 (2G)
3.      Generasi 3 (3G)
Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android, dan Windows Mobile.
4.      Generasi 4 (4G)
Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti video conferencing, online game, dan lain-lain.
Setelah dijabarkan mengenai perkembangan telepon genggam berdasarkan pada generasi dikeluarkannya, berikut adalah evolusi telepon genggam yang di kelompokan berdasarkan tahunnya adalah sebagai berikut (Maulana, 2012):
1.      1983: Ponsel Komersial Pertama Dirilis
Ponsel komersial pertama yang diluncurkan ke pasaran adalah Motorola DynaTAC 8000x. Bodinya besar dan berat. Akibatnya, dijamin tangan bakal pegal-pegal setelah menggunakan ponsel ini. Ponsel ini tak punya fitur lain selain melakukan dan menerima panggilan. Maklum, jaringan seluler yang tersedia kala itu hanya Advanced Mobile Phone System (AMPS) atau dikenal dengan sebutan 1G. Selain itu, ponsel ini hanya mampu bertahan selama satu jam saja untuk masa talktime dan delapan jam untuk masa standby. Di masanya, kehadiran ponsel ini adalah sesuatu yang revolusioner.
2.      1989: Bentuk Ponsel Mulai Mengecil
Pada tahun ini Motorola merilis ponsel MicroTAC 9800x. Ponsel ini lebih ringan dan lebih kecil dibanding ponsel seri Motorola DynaTAC maupun ponsel jenis lainnya. Bentuknya yang seperti itu membuat ponsel ini nyaman digunakan. Tetap saja, ponsel ini tak bisa dibeli banyak orang. Ponsel jenis ini harga resminya sekitar 11 juta rupiah dan di pasar gelap dilego sekitar 19 juta rupiah. Sekedar informasi, lewat MicroTAC 9800X ini Motorola memperkenalkan konsep ponsel berbentuk flip.
3.      1993: Smartphone Pertama Diperkenalkan
IBM memperkenalkan ponsel cerdas yang diberi nama Simon. Namun, produk ini baru dilempar ke pasaran satu tahun kemudian. Selain berfungsi sebagai ponsel, Simon memiliki fitur kalender, buku alamat, world clock, kalkulator, notepad, e-mail serta game. Smartphone ini juga telah didukung oleh layar touch screen. Simon diluncurkan ke pasaran pada 1994 oleh BellSouth.
4.      1996: Ponsel Dilengkapi Layar Display
Motorola merilis StarTAC, ponsel pertama yang berdesain clamshell sekaligus ponsel pertama yang menggunakan layar display. Ponsel ini juga menyandang gelar sebagai ponsel pertama di dunia dengan fitur getar. Motorola StarTAC amat digemari di zamannya.
5.      1999: Internet di Ponsel
Ponsel perlahan-lahan mulai meninggalkan fungsi khitahnya. Teknologi second generation network atau 2G memungkinkan ponsel dilengkapi fitur mengirim dan menerima pesan. Seiring booming internet dan jaringan komunikasi yang makin maju, Nokia merilis ponsel Nokia 7110 yang dilengkapi fitur WAP mobile web surfing. Aplikasi ini berfungsi untuk mengakses dunia maya via internet.
6.      2000a: Selamat Tinggal Antena Internal
Hadir tanpa antena internal di tubuhnya membuat Nokia 3210 menjadi ponsel paling inovatif di zamannya. Namun, terobosan yang paling dahsyat dari ponsel ini menjadikan ponsel dari sebuah alat yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya menjadi sebuah perangkat untuk berkomunikasi yang praktis dan bisa dimiliki siapa saja. Sekadar catatan, sejak dirilis 10 tahun lalu, Nokia 3210 telah terjual mencapai 150 juta unit lebih. Ini membuat ponsel ini sebagai ponsel paling laku di dunia.
7.      2000b: Fitur Musik di Ponsel
Lewat Samsung SCH-M105, pengguna ponsel bisa mendengarkan musik dengan format MP3. Terobosan ini menjadi cikal bakal kehadiran ponsel-ponsel musik.
8.      2001: Ponsel Kamera Diperkenalkan
Teknologi ponsel terus berkembang. Pada 1997, Philippe Kahn sukses membuat ponsel yang dilengkapi kamera. Namun, ponsel kamera pertama yang dijual di pasaran adalah J-SH04 buatan Sharp Corporation yang dirilis di Jepang pada November 2000. Kamera ponsel terus berkembang. Bahkan kini ada beberapa ponsel yang kualitasnya menyamai kamera profesional.
9.      2002: Era BlackBerry Dimulai
Research In Motion menciptakan sebuah peranti yang dinamakan BlackBerry. Peranti ini awalnya adalah pager dua arah. Baru kemudian pada 2002, RIM merilis ponsel cerdas BlackBerry 5810 yang merupakan cikal bakal ponsel BlackBerry yang dikenal seperti sekarang.
10.  2004: Desain Indah
Di saat dunia ponsel mengalami stagnansi dalam hal desain, Motorola menggebrak dengan ponsel RAZR V3. Ponsel ini punya desain segi empat yang super tipis. Keindahan Motorola RAZR V3 membuat ponsel ini terlego dalam jumlah banyak. Kehadiran ponsel ini juga memicu banyak vendor ponsel untuk membuat ponsel dengan desain indah.
11.  2006: Ponsel Dilengkapi WiFi
Samsung SGH-P200 adalah ponsel pertama yang dilengkapi fasilitas WiFi (WLAN). Konektivitas nirkabel ini memungkinkan ponsel mampu mengakses jaringan internet di area-area “hotspot”, tanpa potongan pulsa. Berbeda dengan koneksi via GPRS/3G yang dibebani tarif.
12.  2007: Revolusi iPhone
iPhone yang pertama memperkenalkan ponsel dengan 100 persen layar sentuh, tanpa disertai sama sekali oleh tuts keyboard atau pun pen stylus. iPhone dapat dikatakan mewakili produk yang futuristik dan konsisten terhadap filosofi Apple, yaitu simpel dan elegan. Desain dan berbagai fitur multimedia yang menarik membuat banyak vendor kemudian mengadopsi ponsel ini.
13.  2008: Hadirnya Ponsel Android
HTC Dream adalah ponsel Android pertama yang dirilis ke pasaran. Ponsel ini menggunakan sistem operasional Android yang dikembangkan oleh Google. Sistem operasi ini digadang-gadang menyamai kemampuan komputer desktop. Jumlah produksi yang makin massal dan kemampuan teknologi yang lebih canggih, membuat banyak analis meramalkan cepat atau lambat bakal menggeser keberadaan smartphone popular macam BlackBerry serta iPhone.
14.  2009: Layar Definisi Tinggi
Tahun 2009 lalu, dunia ponsel diramaikan oleh ponsel dengan layar berdefinisi tinggi. Salah satu pelopornya adalah Samsung i8910 atau disebut Samsung Omnia. Layar ponsel ini dilengkapi teknologi AMOLED, memastikan tampilan layar benar-benar tajam dan cerah. Layar ini juga berfungsi sebagai peranti input karena sudah mendukung teknologi touch screen.
15.  2010: Era Touchscreen
HTC EVO 4G (2010) Ponsel ini adalah ponsel pertama yang mengadopsi standar 4G, dan beroperasi di jaringan WiMAX. Dengan sistem operas Android 2.1, ia merupakan ponsel berlayar sentuh paling besar, kamera 8 MP, perekam video definisi tinggi, keluaran HDMI, fitur Mobile Hotspot, dan antar muka HTC Sense.

C.    Dampak Penemuan Telepon Genggam bagi Kehidupan Manusia Pada Tahun 1973-2015
Penemuan telepon genggam membawa dampak bagi kehidupan manusia. Telepon genggam telah mengubah kehidupan manusia dengan cara yang berbeda yang dapat mempengaruhi cara bekerja, kehidupan pribadi, dan hubungan antar manusia. Dampak positif penemuan telepon genggam adalah sebagai berikut:
1.      Hubungan Antar Manusia
Dampak positif ponsel pertama adalah penggunaan ponsel meningkatkan konektivitas, baik jarak dekat maupun jarak jauh, dan mengurangi jumlah waktu dimana manusia tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Dulu manusia perlu hadir secara fisik dengan seseorang di era pra-handphone, tetapi hari ini manusia dapat berbicara dengan seseorang dimana saja, sambil berjalan-jalan atau duduk di cafe.
2.      Dunia Kerja dan Bisnis
Selain mempengaruhi komunikasi pribadi, dampak positif ponsel juga telah mempengaruhi cara melakukan bisnis. Studi mengenai dampak positif ponsel bagi kehidupan sosial ini juga menemukan bahwa setengah dari respon menggunakan telepon genggam mereka untuk tujuan bisnis saat melakukan liburan, mengaburkan batas antar kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.
3.      Dampak Demografis
Dampak positif ponsel memiliki pengaruh yang berbeda pada demografis yang berbeda. Warga yang lanjut usia, terutama mereka yang memiliki masalah mobilitas, bisa mengurangi rasa terisolasi dengan menggunakan telepon genggam dan tidak bergantung pada kunjungan dari orang lain untuk tetap berhubungan dengan dunia luar. Kemudian pada anak-anak dan remaja adalah untuk memungkinkan mereka untuk mengembangkan kemandirian mereka. Dari hasil penelitian 2007 oleh Australia National University mengungkapkan bahwa 30% orang tua akan membiarkan anak mereka tetap berada di luar jika mereka memegang telepon genggam agar tetap bisa di hubungi.
4.      Jenis Komunikasi
Dampak positif ponsel yang terakhir ini adalah memungkinkan seseotrang untuk berkomunikasi dalam berbagai cara, termasuk panggilan, pesan teks, IM (Instant Messaging), dan email. Berkomunikasi melalui teks memungkinkan seseorang untuk melakukan percakapan dengan orang lain yang mungkin tidak tepat untuk dilakukan di depan umum atau di acara tertentu, seperti dalam sebuah acara rapat. Dengan terciptanya smartphone, pengguna sekarang dapat mengakses akun jejaring sosial mereka melalui ponsel mereka, meningkatkan jumlah metode dimana seseorang dapat berkomunikasi.
Selain dampak positif, ada pula dampak negatif dari telepon seluler yang ditimbulkannya. Dampak negatif penggunaan telepon seluler, yaitu:
1.      Bagi anak yang telah memiliki telepon selular, mampu mengganggu tingkat konsentrasi si anak saat belajar (konsentrasi justru tertuju pada fitur games, jaringan sosial, SMS, dan lain sebagainya).
2.      Efek radiasi telepon selular yang berbahaya bagi otak (telepon selular mengubah suara menjadi gelombang elektromagnetik seperti halnya radio. Kuatnya pancaran gelombang dan letak telepon selular yang menempel di kepala akan mengubah sel-sel otak hingga berkembang abnormal dan potensial menjadi sel kanker).
3.      Penelitian yang dilakukan oleh Badre tentang dampak negatif penggunaan ponsel bagi kesehatan tertuju pada pola tidur seseorang. Badre menemukan bahwa ketika seorang anak menggunakan telepon dan GSM secara berlebihan akan mengakibatkan kesulitan tidur pada malam hari. Tentunya hal ini akan berdampak pada tingkat kelelahan dan stres.
4.      Mampu mengundang tingkat kriminalitas (dapat mengundang orang lain untuk melakukan tindakan pencurian atau penjambretan telepon selular seseorang) atau timbul kejahatan berupa telepon dan SMS yang berupa penipuan.
5.      Bagi pelajar, mampu berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa (jika tidak ada pengontrolan dari guru atau orang tua, telepon selular dapat digunakan sebagai tayangan gambar atau video porno yang sama sekali tak layak dikonsumsi pelajar dan kaum terdidik lainnya).
6.      Pemborosan uang yang sia-sia (memiliki telepon selular tidak lepas dari penggunaan pulsa dari kartu perdana, dan penggunaan pulsa inilah yang dapat menjadikan seorang konsumen telepon selular bertindak boros).
7.      Dari segi psikologis, manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar (dengan fasilitas yang dimiliki oleh telepon selular, maka di zaman yang serba canggih dan modern ini segalanya bisa dilakukan dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa, transfer uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan tanpa beranjak dari tempat sedikitpun).
8.      Semakin melunturnya nilai moral dan sopan santun.
9.      Dampak kultural yakni bahwa ponsel tidak hanya sebagai teknologi komunikasi namun juga sebagai hal yang mencerminkan ikatan emosional dan budaya yang melambangkan status sosial manusia sehingga manusia selalu melihat telepon genggam sebagai ukuran status manusia dan berlomba untuk selalu mendapat serta mengganti ponsel dengan tipe yang terbaru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar