A.
Latar
Belakang Adanya Penemuan Telepon Hingga Menjadi Telepon Genggam Pada Tahun 1973
Penemuan alat komunikasi dimulai tahun
1871 oleh Natonio Meucci, hasil penemuannya yaitu adanya komunikasi suara
antara dua orang dengan menggunakan kabel atau yang disebut Sound Telegraph. Tahun 1875 perusahaan telekomunikasi The Bell memperoleh secara hukum memperoleh hak paten atas penemuan
Meucci yaitu Transmitters and Receivers for Electric Telegraphs.
Perangkat ini menggunakan getaran multiple baja untuk memberikan jeda
pada sirkuit. Tahun 1876, perusahaan Bell membuat hak paten Improvement in
Telegraphy.
Gambar 1.1 Telegraph
Kedudukan dari sistem ini memberikan metode
untuk menyalurkan suara secara telegraf. Tokoh selanjutnya yaitu Marconi,
penemu antena tahun 1896, dan pendiri perusahaan telegraf tanpa kawat (1897).
Marconi menciptakan pengaturan kawat panjang dan menerima bunyi. Marconi
menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan berita tanpa kawat. Pesan
pertamanya disampaikan menyeberangi Atlantik dari Inggris ke Amerika (1901)
yang berupa kode morse untuk abjad “S”.
Selain itu
penemuan telepon seluler tidak terlepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai tahun
1921. Pada saat itu Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Tahun
1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan
frekuensi 2MHz. Fase selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan frequency modulated (FM). Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola) mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti
sebuah alat komunikasi yang digunakan ketika perang dunia II.
Masa ini
merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai
diperkenalkan. Setelah mengeluarkan SCR536, kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan
kembali partable FM radio dua arah
pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara US. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon
dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil. Tokoh
lain yang berjasa dalam dunia komunikasi selular yaitu Amos Joel, lahir di
Philadelphia 12 Maret 1918 sebagai pakar dalam bidang switching. Joel mendapat ijazah bachelor
tahun 1940 dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT (Zainuddin,
2006: 375)..
Karir yang memulai karirnya selama 43 tahun di
Bell Telephone Laboratories, Amos E
Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching)
ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah lainnya. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah
dari satu sel ke sel lain, sehingga komunikasi suara tidak akan terputus. penemuan Amos Joel inilah penggunaan telepon
menjadi nyaman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi revolusi bidang telekomunikasi dimulai tahun
1941. Para peneliti mulai merancang sebuah alat telekomunikasi yang bisa
digunakan tanpa kabel.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan
bernama Fennis Cable Works yang
semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dan mendirikan divisi
elektronik. 2 tahun kemudian Bjorn Westerlund, yang merupakan presiden
perusahaan itu mengembangkan bisnis transmisi radio. Namun baru setahun
kemudian, bidang telekomunikasi disabet untuk memperkuat perusahaan elektronik.
Sedangkan tahun 1967, Westerlund giat
mendirikan perusahaan yang dikenal kenal dengan nama Nokia. Telepon mobile atau
telepon bergerak kemudian berubah menjadi peralatan bagi orang-orang yang
memiliki mobilitas tinggi.
Sekitar tahun 1970-an di Eropa, Nokia dan Ericsson berubah
menjadi perusahaan telekomunikasi yang besar. Di Amerika, Motorola mulai
melakukan eksistensi. Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler
dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin diminati
berbagai para pembisnis. Sedangkan tanggal 03 April 1973 ditemukan perangkat telepon genggam yang
pertama kali oleh Martin Cooper, seorang buruh pabrik Motorola. Gagasan
yang dicetuskan oleh Cooper merupakan sebuah alat komunikasi yang kecil dan
mudah dibawa bepergian secara fleksibel.
Cooper bersama dengan anggota tim menghadapi tantangan
untuk mengoperasikan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran
kecil tersebut untuk pertama kalinya. untuk mendukung sistem komunikasi telepon
genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3
MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia. Sistem
telepon genggam pertama diberikan lisensi di Amerika Serikat tahun 1983,
meskipun penerimaannya masih buruk. Tahun 1989 terdapat sejumlah pengguna
telepon seluler di Amerika (Zainuddin, 2006: 373).
Gambar 1.2 Telepon
Genggam Gambar 1.3 Telepon
Dari pemaparan tersebut dapat
disimpulkan bahwa telepon genggam atau handphone
(HP) atau telepon seluler (ponsel) merupakan perangkat telekomunikasi
elektronik yang memiliki kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional
saluran tetap, namun lebih efisien (portabel,
mobile) dan tidak perlu disambungkan
dengan jaringan telepon yang menggunakan kabel (nirkabel, wireless).
B.
Perkembangan
Telepon Genggam sebagai Alat Komunikasi Pada Tahun 1973-2010
Perkembangan
dari alat komunikasi berupa telepon genggam atau yang biasa disebut handphone
memiliki runtutan pembaharuan yang panjang. Setelah ditemukan alat komunikasi
untuk menyambungkan antar individu pada jarak jauh dengan menggunakan gelombang
suara dalam bentuk telepon pada tahun 1921 (Tanpa Nama, 2012). Di tahun
tersebut, adanya sebuah telepon sebagai sarana yang membantu manusia dalam hal
komunikasi masih dapat dikatakan sangat sederhana karena kapabilitas dari
sebuah alat komunikasi masih terbatas dan sederhana.
Adanya telepon seluler yang muncul
di masa tersebut biasa disebut dengan Generasi 0. Dari tahun 1921 hingga
beranjak pada tahun 1943, telepon seluler Generasi 0 masih belum menciptakan
terobosan terbaru dunia perkomunikasian. Adanya telepon yang memiliki ukuran
yang terlalu besar dan susah untuk dibawa kemana-mana karena beratnya yang
tidak memungkinkan menyebabkan seorang tokoh bernama Martin Cooper. Tepatnya pada
3 April 1973 Cooper pertama mencetuskan diciptakannya sebuah telepon genggam
untuk mengatasi kedua masalah tersebut.
![]() |
Gambar 2.1 Martin Cooper
Martin
Cooper awalnya adalah seorang yang bekerja sebagai karyawan di Motorola.
Setelah dicetuskan ide tersebut, segeralah Cooper dengan timnya memulai
eksperimen tersebut dan menghadapi tantangan untuk memasukkan semua material
elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil untuk pertama kalinya. Namun,
akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total
bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya
setara dengan US$1 juta. Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga
US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
Tantangan tidak berhenti
pada itu saja karena Cooper dan timnya menemui tantangan mengenai cara
mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut
dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum,
setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.
Selain Martin Cooper sebagai salah seorang tokoh yang
berjasa dalam perkembangan komunikasi terutama pada telepon genggam, ada pula
tokoh bernama Amos Joel Jr. Ia diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching.
Ia mendapat ijazah bachelor (1940)
dan master (1942) dalam teknik
elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43
tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell
Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di
bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching.
Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching)
ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau
berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Penemuan
Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
Perkembangan dari
telepon dari tahun ke tahun terus berkembang pesat. Penemuan akan inovasi baru
dalam penciptaan alat komunikasi yang lebih efektif dan efisien terus ramai
dikembangkan. Secara singkatnya perkembangan dari telepon genggam dapat
dibedakan berdasarkan generasi-generasi tertentu. Setiap generasi memiliki
karakteristik dan kemampuan masing-masing sesuai dengan tahun saat dibuatnya.
Adapun perkembangan telepon seluler berdasarkan pada generasi adalah sebagai
berikut (Tanpa Nama, 2014):
1.
Generasi 1 (1G)
Telepon
genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama
yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon
seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon
seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram.
Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan
1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan
frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band800 Mhz. Karena
bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu
kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk
dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan
performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki
masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas
pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.
![]() |
Gambar 2.2 Telepon genggam Generasi 1 (1G)
2.
Generasi 2 (2G)
Generasi kedua atau 2-G
muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi
CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi
standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki
kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah
diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon
genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.
Telepon seluler pada
generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena
penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan
kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran
dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga
mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.

Gambar 2.3 Telepon
genggam Generasi 2 (2G)
3.
Generasi 3 (3G)
Generasi ini disebut
juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka
jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk
dunia telekomunikasi yaitu Enhance
Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA,
dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih
tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi
yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada
ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi
PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android, dan Windows Mobile.
4.
Generasi 4 (4G)
Generasi ini disebut
juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan
sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang
mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband
(WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G
berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk
menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan
penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global,
dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G
memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai
aplikasi multimedia seperti video
conferencing, online game, dan
lain-lain.
Setelah dijabarkan
mengenai perkembangan telepon genggam berdasarkan pada generasi dikeluarkannya,
berikut adalah evolusi telepon genggam yang di kelompokan berdasarkan tahunnya
adalah sebagai berikut (Maulana, 2012):
1.
1983: Ponsel
Komersial Pertama Dirilis
Ponsel komersial pertama yang diluncurkan ke pasaran adalah Motorola DynaTAC 8000x. Bodinya besar dan berat. Akibatnya, dijamin tangan bakal pegal-pegal setelah menggunakan ponsel ini. Ponsel ini tak punya fitur lain selain melakukan dan menerima panggilan. Maklum, jaringan seluler yang tersedia kala itu hanya Advanced Mobile Phone System (AMPS) atau dikenal dengan sebutan 1G. Selain itu, ponsel ini hanya mampu bertahan selama satu jam saja untuk masa talktime dan delapan jam untuk masa standby. Di masanya, kehadiran ponsel ini adalah sesuatu yang revolusioner.
Ponsel komersial pertama yang diluncurkan ke pasaran adalah Motorola DynaTAC 8000x. Bodinya besar dan berat. Akibatnya, dijamin tangan bakal pegal-pegal setelah menggunakan ponsel ini. Ponsel ini tak punya fitur lain selain melakukan dan menerima panggilan. Maklum, jaringan seluler yang tersedia kala itu hanya Advanced Mobile Phone System (AMPS) atau dikenal dengan sebutan 1G. Selain itu, ponsel ini hanya mampu bertahan selama satu jam saja untuk masa talktime dan delapan jam untuk masa standby. Di masanya, kehadiran ponsel ini adalah sesuatu yang revolusioner.
2.
1989: Bentuk Ponsel Mulai Mengecil
Pada tahun ini Motorola merilis ponsel MicroTAC 9800x. Ponsel ini lebih ringan dan lebih kecil dibanding ponsel seri Motorola DynaTAC maupun ponsel jenis lainnya. Bentuknya yang seperti itu membuat ponsel ini nyaman digunakan. Tetap saja, ponsel ini tak bisa dibeli banyak orang. Ponsel jenis ini harga resminya sekitar 11 juta rupiah dan di pasar gelap dilego sekitar 19 juta rupiah. Sekedar informasi, lewat MicroTAC 9800X ini Motorola memperkenalkan konsep ponsel berbentuk flip.
Pada tahun ini Motorola merilis ponsel MicroTAC 9800x. Ponsel ini lebih ringan dan lebih kecil dibanding ponsel seri Motorola DynaTAC maupun ponsel jenis lainnya. Bentuknya yang seperti itu membuat ponsel ini nyaman digunakan. Tetap saja, ponsel ini tak bisa dibeli banyak orang. Ponsel jenis ini harga resminya sekitar 11 juta rupiah dan di pasar gelap dilego sekitar 19 juta rupiah. Sekedar informasi, lewat MicroTAC 9800X ini Motorola memperkenalkan konsep ponsel berbentuk flip.
3.
1993: Smartphone Pertama Diperkenalkan
IBM memperkenalkan ponsel cerdas yang diberi nama Simon. Namun, produk ini baru dilempar ke pasaran satu tahun kemudian. Selain berfungsi sebagai ponsel, Simon memiliki fitur kalender, buku alamat, world clock, kalkulator, notepad, e-mail serta game. Smartphone ini juga telah didukung oleh layar touch screen. Simon diluncurkan ke pasaran pada 1994 oleh BellSouth.
IBM memperkenalkan ponsel cerdas yang diberi nama Simon. Namun, produk ini baru dilempar ke pasaran satu tahun kemudian. Selain berfungsi sebagai ponsel, Simon memiliki fitur kalender, buku alamat, world clock, kalkulator, notepad, e-mail serta game. Smartphone ini juga telah didukung oleh layar touch screen. Simon diluncurkan ke pasaran pada 1994 oleh BellSouth.
4.
1996: Ponsel Dilengkapi Layar Display
Motorola merilis StarTAC, ponsel pertama yang berdesain clamshell sekaligus ponsel pertama yang menggunakan layar display. Ponsel ini juga menyandang gelar sebagai ponsel pertama di dunia dengan fitur getar. Motorola StarTAC amat digemari di zamannya.
Motorola merilis StarTAC, ponsel pertama yang berdesain clamshell sekaligus ponsel pertama yang menggunakan layar display. Ponsel ini juga menyandang gelar sebagai ponsel pertama di dunia dengan fitur getar. Motorola StarTAC amat digemari di zamannya.
5.
1999: Internet di Ponsel
Ponsel perlahan-lahan mulai meninggalkan fungsi khitahnya. Teknologi second generation network atau 2G memungkinkan ponsel dilengkapi fitur mengirim dan menerima pesan. Seiring booming internet dan jaringan komunikasi yang makin maju, Nokia merilis ponsel Nokia 7110 yang dilengkapi fitur WAP mobile web surfing. Aplikasi ini berfungsi untuk mengakses dunia maya via internet.
Ponsel perlahan-lahan mulai meninggalkan fungsi khitahnya. Teknologi second generation network atau 2G memungkinkan ponsel dilengkapi fitur mengirim dan menerima pesan. Seiring booming internet dan jaringan komunikasi yang makin maju, Nokia merilis ponsel Nokia 7110 yang dilengkapi fitur WAP mobile web surfing. Aplikasi ini berfungsi untuk mengakses dunia maya via internet.
6.
2000a: Selamat Tinggal Antena Internal
Hadir tanpa antena internal di tubuhnya membuat Nokia 3210 menjadi ponsel paling inovatif di zamannya. Namun, terobosan yang paling dahsyat dari ponsel ini menjadikan ponsel dari sebuah alat yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya menjadi sebuah perangkat untuk berkomunikasi yang praktis dan bisa dimiliki siapa saja. Sekadar catatan, sejak dirilis 10 tahun lalu, Nokia 3210 telah terjual mencapai 150 juta unit lebih. Ini membuat ponsel ini sebagai ponsel paling laku di dunia.
Hadir tanpa antena internal di tubuhnya membuat Nokia 3210 menjadi ponsel paling inovatif di zamannya. Namun, terobosan yang paling dahsyat dari ponsel ini menjadikan ponsel dari sebuah alat yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya menjadi sebuah perangkat untuk berkomunikasi yang praktis dan bisa dimiliki siapa saja. Sekadar catatan, sejak dirilis 10 tahun lalu, Nokia 3210 telah terjual mencapai 150 juta unit lebih. Ini membuat ponsel ini sebagai ponsel paling laku di dunia.
7.
2000b: Fitur Musik di Ponsel
Lewat Samsung SCH-M105, pengguna ponsel bisa mendengarkan musik dengan format MP3. Terobosan ini menjadi cikal bakal kehadiran ponsel-ponsel musik.
Lewat Samsung SCH-M105, pengguna ponsel bisa mendengarkan musik dengan format MP3. Terobosan ini menjadi cikal bakal kehadiran ponsel-ponsel musik.
8.
2001: Ponsel Kamera Diperkenalkan
Teknologi ponsel terus berkembang. Pada 1997, Philippe Kahn sukses membuat ponsel yang dilengkapi kamera. Namun, ponsel kamera pertama yang dijual di pasaran adalah J-SH04 buatan Sharp Corporation yang dirilis di Jepang pada November 2000. Kamera ponsel terus berkembang. Bahkan kini ada beberapa ponsel yang kualitasnya menyamai kamera profesional.
Teknologi ponsel terus berkembang. Pada 1997, Philippe Kahn sukses membuat ponsel yang dilengkapi kamera. Namun, ponsel kamera pertama yang dijual di pasaran adalah J-SH04 buatan Sharp Corporation yang dirilis di Jepang pada November 2000. Kamera ponsel terus berkembang. Bahkan kini ada beberapa ponsel yang kualitasnya menyamai kamera profesional.
9.
2002: Era BlackBerry
Dimulai
Research In Motion menciptakan sebuah peranti yang dinamakan BlackBerry. Peranti ini awalnya adalah pager dua arah. Baru kemudian pada 2002, RIM merilis ponsel cerdas BlackBerry 5810 yang merupakan cikal bakal ponsel BlackBerry yang dikenal seperti sekarang.
Research In Motion menciptakan sebuah peranti yang dinamakan BlackBerry. Peranti ini awalnya adalah pager dua arah. Baru kemudian pada 2002, RIM merilis ponsel cerdas BlackBerry 5810 yang merupakan cikal bakal ponsel BlackBerry yang dikenal seperti sekarang.
10. 2004:
Desain Indah
Di saat dunia ponsel mengalami stagnansi dalam hal desain, Motorola menggebrak dengan ponsel RAZR V3. Ponsel ini punya desain segi empat yang super tipis. Keindahan Motorola RAZR V3 membuat ponsel ini terlego dalam jumlah banyak. Kehadiran ponsel ini juga memicu banyak vendor ponsel untuk membuat ponsel dengan desain indah.
Di saat dunia ponsel mengalami stagnansi dalam hal desain, Motorola menggebrak dengan ponsel RAZR V3. Ponsel ini punya desain segi empat yang super tipis. Keindahan Motorola RAZR V3 membuat ponsel ini terlego dalam jumlah banyak. Kehadiran ponsel ini juga memicu banyak vendor ponsel untuk membuat ponsel dengan desain indah.
11. 2006:
Ponsel Dilengkapi WiFi
Samsung SGH-P200 adalah ponsel pertama yang dilengkapi fasilitas WiFi (WLAN). Konektivitas nirkabel ini memungkinkan ponsel mampu mengakses jaringan internet di area-area “hotspot”, tanpa potongan pulsa. Berbeda dengan koneksi via GPRS/3G yang dibebani tarif.
Samsung SGH-P200 adalah ponsel pertama yang dilengkapi fasilitas WiFi (WLAN). Konektivitas nirkabel ini memungkinkan ponsel mampu mengakses jaringan internet di area-area “hotspot”, tanpa potongan pulsa. Berbeda dengan koneksi via GPRS/3G yang dibebani tarif.
12. 2007:
Revolusi iPhone
iPhone yang pertama memperkenalkan ponsel dengan 100 persen layar sentuh, tanpa disertai sama sekali oleh tuts keyboard atau pun pen stylus. iPhone dapat dikatakan mewakili produk yang futuristik dan konsisten terhadap filosofi Apple, yaitu simpel dan elegan. Desain dan berbagai fitur multimedia yang menarik membuat banyak vendor kemudian mengadopsi ponsel ini.
iPhone yang pertama memperkenalkan ponsel dengan 100 persen layar sentuh, tanpa disertai sama sekali oleh tuts keyboard atau pun pen stylus. iPhone dapat dikatakan mewakili produk yang futuristik dan konsisten terhadap filosofi Apple, yaitu simpel dan elegan. Desain dan berbagai fitur multimedia yang menarik membuat banyak vendor kemudian mengadopsi ponsel ini.
13. 2008:
Hadirnya Ponsel Android
HTC Dream adalah ponsel Android pertama yang dirilis ke pasaran. Ponsel ini menggunakan sistem operasional Android yang dikembangkan oleh Google. Sistem operasi ini digadang-gadang menyamai kemampuan komputer desktop. Jumlah produksi yang makin massal dan kemampuan teknologi yang lebih canggih, membuat banyak analis meramalkan cepat atau lambat bakal menggeser keberadaan smartphone popular macam BlackBerry serta iPhone.
HTC Dream adalah ponsel Android pertama yang dirilis ke pasaran. Ponsel ini menggunakan sistem operasional Android yang dikembangkan oleh Google. Sistem operasi ini digadang-gadang menyamai kemampuan komputer desktop. Jumlah produksi yang makin massal dan kemampuan teknologi yang lebih canggih, membuat banyak analis meramalkan cepat atau lambat bakal menggeser keberadaan smartphone popular macam BlackBerry serta iPhone.
14. 2009:
Layar Definisi Tinggi
Tahun 2009 lalu, dunia ponsel diramaikan oleh ponsel dengan layar berdefinisi tinggi. Salah satu pelopornya adalah Samsung i8910 atau disebut Samsung Omnia. Layar ponsel ini dilengkapi teknologi AMOLED, memastikan tampilan layar benar-benar tajam dan cerah. Layar ini juga berfungsi sebagai peranti input karena sudah mendukung teknologi touch screen.
Tahun 2009 lalu, dunia ponsel diramaikan oleh ponsel dengan layar berdefinisi tinggi. Salah satu pelopornya adalah Samsung i8910 atau disebut Samsung Omnia. Layar ponsel ini dilengkapi teknologi AMOLED, memastikan tampilan layar benar-benar tajam dan cerah. Layar ini juga berfungsi sebagai peranti input karena sudah mendukung teknologi touch screen.
15. 2010:
Era Touchscreen
HTC EVO 4G (2010) Ponsel ini adalah ponsel pertama yang mengadopsi standar 4G, dan beroperasi di jaringan WiMAX. Dengan sistem operas Android 2.1, ia merupakan ponsel berlayar sentuh paling besar, kamera 8 MP, perekam video definisi tinggi, keluaran HDMI, fitur Mobile Hotspot, dan antar muka HTC Sense.
HTC EVO 4G (2010) Ponsel ini adalah ponsel pertama yang mengadopsi standar 4G, dan beroperasi di jaringan WiMAX. Dengan sistem operas Android 2.1, ia merupakan ponsel berlayar sentuh paling besar, kamera 8 MP, perekam video definisi tinggi, keluaran HDMI, fitur Mobile Hotspot, dan antar muka HTC Sense.
C.
Dampak
Penemuan Telepon Genggam bagi Kehidupan Manusia Pada Tahun 1973-2015
Penemuan telepon genggam membawa
dampak bagi kehidupan manusia. Telepon genggam telah mengubah kehidupan manusia
dengan cara yang berbeda yang dapat mempengaruhi cara bekerja, kehidupan
pribadi, dan hubungan antar manusia. Dampak positif penemuan telepon genggam
adalah sebagai berikut:
1. Hubungan
Antar Manusia
Dampak positif ponsel pertama
adalah penggunaan ponsel meningkatkan konektivitas, baik jarak dekat maupun
jarak jauh, dan mengurangi jumlah waktu dimana manusia tidak bisa berkomunikasi
dengan orang lain. Dulu manusia perlu hadir secara fisik dengan seseorang di
era pra-handphone, tetapi hari ini manusia
dapat berbicara dengan seseorang dimana saja, sambil berjalan-jalan atau duduk
di cafe.
2. Dunia
Kerja dan Bisnis
Selain mempengaruhi komunikasi
pribadi, dampak positif ponsel juga telah mempengaruhi cara melakukan bisnis.
Studi mengenai dampak positif ponsel bagi kehidupan sosial ini juga menemukan
bahwa setengah dari respon menggunakan telepon genggam mereka untuk tujuan
bisnis saat melakukan liburan, mengaburkan batas antar kehidupan kerja dan
kehidupan pribadi.
3. Dampak
Demografis
Dampak positif ponsel memiliki
pengaruh yang berbeda pada demografis yang berbeda. Warga yang lanjut usia,
terutama mereka yang memiliki masalah mobilitas, bisa mengurangi rasa
terisolasi dengan menggunakan telepon genggam dan tidak bergantung pada kunjungan
dari orang lain untuk tetap berhubungan dengan dunia luar. Kemudian pada
anak-anak dan remaja adalah untuk memungkinkan mereka untuk mengembangkan
kemandirian mereka. Dari hasil penelitian 2007 oleh Australia National University mengungkapkan bahwa 30% orang tua
akan membiarkan anak mereka tetap berada di luar jika mereka memegang telepon
genggam agar tetap bisa di hubungi.
4. Jenis
Komunikasi
Dampak positif ponsel yang terakhir
ini adalah memungkinkan seseotrang untuk berkomunikasi dalam berbagai cara,
termasuk panggilan, pesan teks, IM (Instant
Messaging), dan email.
Berkomunikasi melalui teks memungkinkan seseorang untuk melakukan percakapan
dengan orang lain yang mungkin tidak tepat untuk dilakukan di depan umum atau
di acara tertentu, seperti dalam sebuah acara rapat. Dengan terciptanya smartphone, pengguna sekarang dapat
mengakses akun jejaring sosial mereka melalui ponsel mereka, meningkatkan
jumlah metode dimana seseorang dapat berkomunikasi.
Selain dampak positif, ada pula
dampak negatif dari telepon seluler yang ditimbulkannya. Dampak negatif
penggunaan telepon seluler, yaitu:
1. Bagi anak yang telah
memiliki telepon selular, mampu mengganggu tingkat konsentrasi si anak saat
belajar (konsentrasi justru tertuju pada fitur games, jaringan sosial, SMS, dan
lain sebagainya).
2.
Efek radiasi telepon selular yang berbahaya
bagi otak (telepon selular mengubah suara menjadi gelombang elektromagnetik
seperti halnya radio. Kuatnya pancaran gelombang dan letak telepon
selular yang menempel di kepala akan mengubah sel-sel otak hingga
berkembang abnormal dan potensial menjadi sel kanker).
3.
Penelitian yang dilakukan oleh Badre tentang
dampak negatif penggunaan ponsel bagi kesehatan tertuju pada pola tidur
seseorang. Badre menemukan bahwa ketika seorang anak menggunakan telepon dan
GSM secara berlebihan akan mengakibatkan kesulitan tidur pada malam hari.
Tentunya hal ini akan berdampak pada tingkat kelelahan dan stres.
4.
Mampu mengundang tingkat kriminalitas (dapat
mengundang orang lain untuk melakukan tindakan pencurian atau penjambretan
telepon selular seseorang) atau timbul kejahatan berupa telepon dan SMS yang
berupa penipuan.
5.
Bagi pelajar, mampu berpotensi mempengaruhi
sikap dan perilaku siswa (jika tidak ada pengontrolan dari guru atau orang tua,
telepon selular dapat digunakan sebagai tayangan gambar atau video porno yang
sama sekali tak layak dikonsumsi pelajar dan kaum terdidik lainnya).
6.
Pemborosan uang yang sia-sia (memiliki telepon
selular tidak lepas dari penggunaan pulsa dari kartu perdana, dan penggunaan
pulsa inilah yang dapat menjadikan seorang konsumen telepon selular bertindak
boros).
7.
Dari segi psikologis, manusia menjadi malas
untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar (dengan fasilitas yang
dimiliki oleh telepon selular, maka di zaman yang serba canggih dan modern ini
segalanya bisa dilakukan dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari
tempat duduk dan meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa,
transfer uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan
tanpa beranjak dari tempat sedikitpun).
8.
Semakin melunturnya nilai moral dan sopan
santun.
9.
Dampak kultural yakni bahwa ponsel tidak hanya
sebagai teknologi komunikasi namun juga sebagai hal yang mencerminkan ikatan
emosional dan budaya yang melambangkan status sosial manusia sehingga manusia
selalu melihat telepon genggam sebagai ukuran status manusia dan berlomba untuk
selalu mendapat serta mengganti ponsel dengan tipe yang terbaru.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar